DLAGA.COM – Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 menjadi momen penting dalam sejarah olahraga musim dingin. Salah satu cabang yang mencuri perhatian adalah Ski Gaya Bebas (Freestyle Skiing), yang kini tidak hanya menampilkan aksi atlet yang spektakuler, tetapi juga mengintegrasikan teknologi canggih untuk meningkatkan akurasi penilaian dan pengalaman penonton.
AI dan Computer Vision: Pengawas Digital di Lereng Salju
Salah satu inovasi utama dalam Olimpiade 2026 adalah penerapan sistem AI Judging Support. Teknologi ini menggunakan computer vision untuk mengukur berbagai aspek gerakan atlet seperti tinggi lompatan, sudut lepas landas, dan jumlah rotasi secara presisi dalam hitungan milidetik. Sistem ini bekerja sama dengan Real-Time 360° Replay, yang didukung oleh Alibaba Cloud, sehingga mampu menciptakan rekonstruksi visual tiga dimensi dari setiap trik atlet hanya dalam waktu 15 hingga 20 detik setelah mereka mendarat.
“Teknologi ini memberikan transparansi lebih bagi juri dalam menilai detail gerakan yang terlalu cepat untuk mata manusia,” kata seorang ahli olahraga.
Selain itu, sistem AI di Milano Cortina 2026 mampu memisahkan objek atlet dari latar belakang salju yang putih pekat dengan akurasi 8K, memungkinkan analisis stroboskopik untuk membedah setiap fase gerakan udara.
Inovasi Peralatan: Skis dan Wearables Masa Depan
Performa atlet di lintasan Moguls dan Slopestyle sangat bergantung pada peralatan mereka. Tahun 2026 melihat munculnya generasi baru skis seperti Atomic Bent Decode yang dirancang dengan swing weight yang seimbang untuk memudahkan manuver di udara. Atlet kini menggunakan goggle dengan teknologi Augmented Reality (AR) selama sesi latihan untuk melihat data kecepatan dan posisi GPS secara langsung di layar HUD (Heads-Up Display) mereka.
Selain itu, ada Sensor Snowcookie yang dipasang pada dada dan skis untuk menangkap 105 titik data per detik, membantu atlet mengoptimalkan keseimbangan dan sudut edging saat mendarat. Sementara itu, Dual-BOA Boots memberikan presisi fit maksimal tanpa mengorbankan sirkulasi darah di suhu ekstrem.
Pengalaman Menonton: Drone FPV dan Olympic GPT
Bagi penonton di seluruh dunia, pengalaman menyaksikan Ski Gaya Bebas telah berubah total. Penggunaan 15 drone First-Person View (FPV) yang mampu melesat mengikuti atlet memberikan sudut pandang dinamis yang membuat penonton seolah-olah ikut meluncur di lintasan. Teknologi ini memberikan perspektif kecepatan tinggi yang imersif dan dramatis.
Selain itu, Olympic GPT hadir sebagai asisten AI multibahasa yang menjawab pertanyaan teknis tentang aturan dan skor secara real-time. Sementara Spacetime Slices menawarkan visualisasi komposit yang menunjukkan setiap tahap gerakan atlet dalam satu frame gambar.
Kepastian Penilaian: AI Bukan Pengganti Juri
Meski AI memberikan data objektif seperti derajat rotasi dan tinggi lompatan, keputusan akhir tetap berada di tangan panel juri manusia. Mereka bertanggung jawab untuk menilai aspek estetika dan kreativitas dalam setiap performa atlet.
“AI berfungsi sebagai sistem pendukung, bukan pengganti juri,” ujar seorang anggota panel penilai.
Inovasi Terbaru dalam Nomor Moguls
Pada edisi 2026, nomor Dual Moguls (balapan berdampingan) melakukan debut Olimpiadenya, memberikan tekanan lebih pada kecepatan dan teknik yang dipantau secara ketat oleh sensor garis finis laser terbaru.
Lokasi Pertandingan dan Fasilitas
Seluruh nomor Ski Gaya Bebas dan Snowboard diselenggarakan di Livigno, Italia, yang telah dipersiapkan dengan fasilitas kelas dunia di Livigno Snow Park dan Aerials & Moguls Park. Lokasi ini dipilih karena kemampuannya menyediakan lingkungan ideal untuk pertandingan tingkat dunia.
Integrasi teknologi di Olimpiade Musim Dingin 2026 membuktikan bahwa Ski Gaya Bebas telah melampaui batas fisik manusia. Dengan bantuan AI dan sensor canggih, olahraga ini menjadi lebih terukur, aman bagi atlet, dan jauh lebih menarik bagi audiens global. Milano Cortina 2026 benar-benar menjadi tolak ukur baru bagaimana teknologi dapat mengangkat derajat sebuah kompetisi olahraga ke level yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.***












