DLAGA.COM – Sriwijaya FC, klub sepak bola asal Sumatra Selatan, terus berupaya menghadapi tantangan dalam kompetisi Liga Championship 2025/2026. Meski mengalami krisis finansial yang memengaruhi kekuatan tim, klub ini mencoba menemukan solusi dengan melakukan perubahan strategis. Salah satu langkah penting adalah bergeser ke Stadion Patriot Candrabhaga di Bogor untuk laga kandang mereka.
Performa Sriwijaya FC yang Menjadi Sorotan
Di putaran ketiga Liga Championship 2025/2026, Sriwijaya FC menjamu Bekasi City FC pada laga pekan ke-19. Meskipun kalah tipis 0-1 dari lawannya, performa tim ini mendapat apresiasi. Kiper Rangga Pratama berhasil melakukan beberapa penyelamatan penting yang mencegah kekalahan telak.
Gol tunggal yang dicetak oleh Ezechiel N’Douassel menjadi penentu kemenangan Bekasi City FC. Meski kalah, Sriwijaya FC menunjukkan semangat dan energi baru yang diharapkan bisa membawa perubahan di sisa musim.
Kondisi Finansial yang Mengganggu Kinerja Klub
Masalah finansial yang dialami Sriwijaya FC telah menyebabkan krisis pemain. Hal ini membuat prestasi klub turun drastis. Dalam klasemen wilayah barat Championship, Sriwijaya FC berada di posisi terbawah dengan hanya meraih 2 poin dari 19 pertandingan.
Catatan gol yang sangat buruk juga menjadi sorotan. Sriwijaya FC hanya mencetak 13 gol dan kebobolan hingga 70 kali. Tantangan ini akan menjadi tantangan besar bagi manajemen dan pelatih untuk memperbaiki kondisi tim.
Perubahan Lokasi Laga sebagai Langkah Strategis
Dengan mengubah lokasi laga ke Jawa Barat, Sriwijaya FC berharap dapat meningkatkan performa dan membangkitkan semangat para pemain. Stadion Patriot Candrabhaga menjadi tempat yang diharapkan bisa memberikan dorongan tambahan bagi tim.
Laga selanjutnya kontra Persikad FC juga akan digelar di lapangan yang sama. Ini menjadi kesempatan bagi Sriwijaya FC untuk menunjukkan perbaikan yang lebih signifikan.
Kompetisi yang Semakin Ketat
Kompetisi Liga Championship 2025/2026 terus menunjukkan persaingan yang ketat. Di wilayah barat, Garudayaksa FC dan Adhyaksa FC mendominasi klasemen sementara. Sementara itu, di wilayah timur, Persipura dan PSS menjadi dua tim teratas.
Klasemen wilayah barat menunjukkan bahwa Sriwijaya FC masih jauh dari posisi aman. Namun, dengan perubahan strategi dan dukungan dari pendukung, klub ini memiliki peluang untuk bangkit.
Tantangan dan Harapan di Masa Depan
Pengelolaan klub yang baik dan strategi yang tepat menjadi kunci bagi Sriwijaya FC untuk bangkit dari keterpurukan. Pelatih Iwan Setiawan dan manajemen harus bekerja keras untuk memperbaiki kondisi tim.
Dengan dukungan dari suporter dan kerja sama yang baik antara pemain dan pelatih, Sriwijaya FC memiliki potensi untuk kembali bersaing di Liga Championship 2025/2026. Tantangan besar menanti, tetapi harapan untuk pulih dan berkembang tetap ada.***















