DLAGA.COM – Pertandingan antara Persik Kediri melawan PSIM Yogyakarta akan digelar di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, bukan di kandang sendiri. Alasan utamanya adalah kebijakan kepolisian yang tidak mengizinkan laga berlangsung di Stadion Brawijaya Kediri karena masalah keamanan. Selain itu, pertandingan ini juga akan berlangsung tanpa kehadiran suporter, sehingga atmosfer permainan akan sangat berbeda dari biasanya.
Perubahan Strategi dan Mentalitas Pemain
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, menyatakan bahwa timnya tetap fokus pada target tiga poin meskipun harus bermain di luar kandang. Ia menekankan bahwa para pemain harus mampu merasakan atmosfer kandang meski tribun kosong. Menurutnya, hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga motivasi dan performa pemain.
“Kami harus mencoba merasa seperti di kandang dan kami akan membayarnya di dalam lapangan,” ujarnya.
Marcos menegaskan bahwa situasi ini bukanlah hal ringan. Meski tidak ada dukungan suporter, ia tetap mempersiapkan pendekatan teknis dan mental pemain agar bisa tampil optimal. Ia juga menekankan bahwa setiap pertandingan memiliki tantangan unik, terlepas dari level atau posisi klasemen lawan.
Persiapan Taktik yang Berbeda
Meskipun Persik Kediri datang dengan bekal dua kemenangan beruntun, yaitu menundukkan Bali United FC dengan skor 3-2 dan menang 2-1 atas Dewa United Banten FC, Marcos Reina menegaskan bahwa strategi di laga sebelumnya tidak otomatis akan digunakan lagi.
Ia menyatakan bahwa skema permainan akan disesuaikan dengan karakteristik PSIM Yogyakarta. Fokus utama adalah bagaimana mematikan kelebihan lawan sambil tetap menjaga efektivitas serangan.
“Kita telah menyiapkan game plan yang berbeda dengan dua laga sebelumnya, fokusnya bukan hanya cara menyerang, tapi juga bagaimana mematikan kelebihan lawan,” tambahnya.
Mempertahankan Performa Positif
Marcos berharap Persik Kediri bisa tampil sedikit lebih baik dibanding laga sebelumnya, sehingga peluang meraih kemenangan dapat dimaksimalkan. Ia menilai bahwa performa tim saat ini sudah cukup stabil, namun perlu adanya penyesuaian strategi untuk menghadapi PSIM Yogyakarta.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam pertandingan. Meski bermain tanpa dukungan suporter, ia percaya bahwa kompetensi dan kerja keras pemain akan menjadi faktor utama dalam meraih hasil positif.
Pengalaman Sebelumnya Memengaruhi Keputusan
Sebelumnya, Persik Kediri sempat ngungsi dari Stadion Brawijaya Kediri akibat bentrok antara suporter pada tahun 2019. Hal ini menjadi salah satu alasan pihak kepolisian untuk tidak mengizinkan pertandingan digelar di kandang sendiri. Namun, meski berada di tempat lain, Persik Kediri tetap berusaha mempertahankan semangat dan rasa percaya diri.
Harapan untuk Hasil Terbaik
Dengan pengalaman dan persiapan yang matang, Persik Kediri berharap bisa meraih kemenangan dalam pertandingan ini. Meski bermain tanpa dukungan suporter, mereka tetap optimis bahwa performa di lapangan akan mampu membawa tim meraih hasil yang diinginkan.
Pertandingan ini menjadi momen penting bagi Persik Kediri untuk menunjukkan ketangguhan dan kemampuan adaptasi dalam situasi yang berbeda. Dengan tekad kuat dan strategi yang tepat, tim asal Kediri ini siap memberikan yang terbaik di laga mendatang.***












