DIAGRAMKOTA.COM – Pada pagi hari, sebuah peristiwa kekerasan terjadi di toko pakaian Tigotà yang berada di koridor Regina Margherita. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi karyawan yang sedang bekerja. Dalam situasi tersebut, enam pekerja perempuan harus menghadapi ancaman dari kelompok yang tidak dikenal.
“Kami langsung memblokir pintu toko karena mereka ingin masuk. Kami sangat takut,” ujar salah satu karyawan yang enggan disebut namanya. Menurut laporan, para pelaku menggunakan alat yang bisa menghasilkan asap, seperti fumogen, untuk menciptakan suasana kacau. “Untungnya, kami memiliki masker wajah, jadi kami bisa bertahan sambil menunggu bantuan.”
Respons Darurat dari Layanan Kesehatan
Peristiwa ini segera mendapat respons cepat dari layanan darurat. Tim 118 dan Palang Merah tiba di lokasi dalam waktu singkat. Mereka memberikan pertolongan pertama kepada karyawan yang mungkin terkena dampak dari asap atau stres emosional.
“Kami memastikan semua karyawan dalam kondisi baik dan aman. Tidak ada cedera serius yang dilaporkan,” kata seorang petugas medis yang turut serta dalam penanganan kejadian ini. Meskipun demikian, situasi tetap diawasi dengan ketat oleh aparat keamanan setempat.
Kerusakan Fisik dan Dampak Psikologis
Selain ancaman terhadap karyawan, kerusakan fisik juga terjadi di sekitar toko. Beberapa bagian bangunan rusak akibat tindakan kekerasan yang terjadi. Hal ini menyebabkan pengunjung dan warga sekitar merasa tidak nyaman.
“Kami sangat khawatir tentang keselamatan karyawan dan pengunjung. Ini adalah situasi yang sangat mengerikan,” tambah seorang pemilik toko lain yang hadir di lokasi kejadian.
Penyebab dan Tindakan Selanjutnya
Sampai saat ini, penyebab pasti dari insiden ini masih dalam penyelidikan. Namun, beberapa saksi mata menyebutkan bahwa kejadian ini terkait dengan protes sosial yang marak belakangan ini. Pihak kepolisian telah membuka penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui siapa yang terlibat dalam peristiwa ini.
“Kami akan melakukan investigasi mendalam dan memastikan bahwa keamanan di area ini diperkuat,” ujar seorang perwira polisi. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri dan segera melaporkan kejadian jika terjadi.
Kondisi Psikologis Karyawan
Selain kerusakan fisik, kondisi psikologis karyawan juga menjadi perhatian utama. Banyak dari mereka mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Seorang ahli psikologi yang dihubungi menjelaskan pentingnya dukungan mental bagi para korban.
“Karyawan yang mengalami kejadian seperti ini perlu didampingi secara psikologis. Stres dan rasa takut bisa memengaruhi kesejahteraan mereka dalam jangka panjang,” katanya.















