DLAGA.COM – Prestasi Persib Bandung di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026 menjadi topik pembahasan penting bagi para penggemar sepak bola Indonesia. Meskipun tim asal Bandung berhasil melaju hingga babak 16 besar, penampilan mereka dinilai belum menunjukkan kemajuan signifikan yang bisa memenuhi ekspektasi.
Djajang Nurjaman, dikenal sebagai legenda sepak bola Indonesia dan mantan pelatih Persib, memberikan komentar terkait performa Maung Bandung dalam kompetisi Asia tersebut. Ia mengakui bahwa meski Persib mampu mencatatkan keberhasilan untuk pertama kalinya melaju ke babak kedua, namun hasil yang diraih masih jauh dari harapan.
Penampilan Persib di ACL 2025-2026
Persib Bandung tampil di ACL 2025-2026 dengan ambisi untuk meraih prestasi lebih baik dibandingkan edisi sebelumnya. Namun, pada babak 16 besar, mereka kalah agregat 1-3 dari Ratchaburi FC setelah kalah 0-3 di leg pertama di Thailand dan hanya mampu meraih kemenangan 1-0 di leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Gol tunggal Andrew Jung pada menit ke-40 tidak cukup untuk membawa Persib melanjutkan perjalanan mereka di turnamen ini. Djajang Nurjaman menyatakan bahwa penampilan Persib di ACL 2025-2026 masih perlu peningkatan, terutama dalam hal strategi dan mentalitas bermain.
Kritik terhadap Regulasi Super League
Selain itu, Djajang Nurjaman juga menyampaikan kritik terhadap regulasi Super League yang dinilai menghambat regenerasi pemain. Menurutnya, sistem yang ada saat ini tidak sepenuhnya mendukung perkembangan talenta lokal, sehingga memengaruhi kesiapan pemain untuk berlaga di level Asia.
Ia berharap manajemen Persib dapat melakukan perbaikan agar pemain-pemain muda dapat memiliki kesempatan lebih banyak untuk berkembang. Hal ini akan sangat penting jika Persib ingin bersaing secara serius di kompetisi Asia.
Kericuhan Pasca-Pertandingan
Masalah lain yang disoroti oleh Djajang Nurjaman adalah kericuhan yang terjadi pasca-pertandingan antara suporter Persib dan pihak lawan. Insiden ini dinilai tidak sesuai dengan standar yang diharapkan di level Asia. Ia menegaskan bahwa tindakan seperti ini tidak akan menguntungkan klub dan malah berpotensi menyebabkan sanksi dari federasi sepak bola Asia.
“Kita harus siap dengan mental ketika ekspektasi tidak tercapai. Tapi ke depan, saya pikir karena ini level Asia, saya pikir Persib bahkan bisa kena atau sanksi sudah menunggu,” ujarnya.
Harapan untuk Masa Depan
Meskipun mengkritik, Djajang Nurjaman tetap optimis tentang masa depan Persib di tingkat Asia. Ia berharap manajemen dan pelatih bisa terus berbenah agar Persib bisa mencapai level yang lebih tinggi. “Mudah-mudahan ke sana bisa terus berbuat manajemen menyesuaikan kebutuhan pemain yang diinginkan untuk bersaing di level itu.”
Ia juga berharap Persib bisa melewati level-level yang ada di Asia Tenggara, termasuk Thailand, dan menjadi salah satu tim kuat di kawasan tersebut.***











