DLAGA.COM – Pengelolaan atlet bulu tangkis Indonesia terus berinovasi untuk menciptakan strategi yang lebih efektif dalam menghadapi kompetisi global. Salah satu langkah menarik yang dilakukan oleh Federasi Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) adalah memasukkan dua atlet ganda putri andalan, Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari, ke dalam sektor ganda campuran pada turnamen Ruichang China Masters 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari program pengembangan potensi atlet untuk masa depan.
Kombinasi Unik dalam Ganda Campuran
Apriyani Rahayu, yang telah meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Greysia Polii, akan berpasangan dengan Daniel Edgar Marvino. Sementara itu, Lanny Tria Mayasari akan berduet dengan Taufik Aderya. Kedua pasangan ini akan menjadi wakil Indonesia dalam turnamen BWF Tour Super 100 yang digelar di Ruichang Sports Park Gym pada 10-15 Maret 2026. Selain tampil di ganda campuran, Apriyani dan Lanny juga tetap akan berkompetisi di nomor ganda putri.
Selain itu, PBSI juga memasangkan Aisyah Salsabila Putri Pranata dengan Verrell Yustin Mulia di sektor ganda campuran. Pasangan ini akan tampil di Sri Lanka International Series dan International Challenge pada Maret mendatang. Keputusan ini diambil sambil menunggu pemain lain, Marwan Faza, pulih dari cedera. Verrell sendiri akan fokus berlatih di ganda campuran.
Tujuan Program Pengembangan Atlet
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk melihat potensi lain yang mungkin dimiliki oleh para atlet. “Dengan bermain rangkap kami bisa melihat potensi lain yang mungkin keluar dari atlet-atlet tersebut,” ujar Eng Hian. Ia menambahkan bahwa strategi ini juga bertujuan agar pemain muda seperti Daniel dan Taufik dapat menimba ilmu dan pengalaman dari atlet berpengalaman seperti Apriyani dan Lanny.
Perjalanan Karier Apriyani Rahayu
Lahir pada 29 April 1998 di Lawulo, Sulawesi Tenggara, Apriyani Rahayu telah menorehkan berbagai prestasi gemilang di dunia bulu tangkis. Ia dikenal sebagai spesialis ganda putri di level senior, namun memiliki pengalaman di ganda campuran saat junior. Bersama Greysia Polii, Apriyani meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, serta medali perak dan perunggu di Kejuaraan Dunia BWF. Ia juga pernah berpasangan dengan beberapa pemain lain seperti Rosyita Eka Putri Sari, Fachriza Abimanyu, Rinov Rivaldy, dan saat ini bersama Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Keputusan untuk bermain rangkap di Ruichang China Masters 2026 ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kemampuan bermain atlet di dua sektor sekaligus, serta membangun daya tahan kompetitif mereka dalam menghadapi persaingan bulu tangkis global yang semakin dinamis.
Masa Depan Atlet Bulu Tangkis Indonesia
Langkah PBSI ini menunjukkan komitmen mereka dalam mengembangkan atlet secara holistik. Dengan memperluas pengalaman atlet di berbagai sektor, PBSI berharap dapat menciptakan generasi atlet yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan di tingkat internasional. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat posisi Indonesia dalam dunia bulu tangkis global.















