SOROTJATIM.COM – Video yang berjudul “Teh Pucuk” kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna media sosial. Dalam waktu singkat, video ini menyebar luas dan memicu rasa penasaran masyarakat. Namun, tidak semua informasi yang beredar tentang video tersebut benar. Sejumlah narasumber dan lembaga terkait memberikan klarifikasi mengenai isu yang muncul.
Munculnya Klaim Terkait Dua Versi Video
Bermula dari sebuah cuplikan singkat yang berdurasi kurang dari dua menit, video ini kemudian diberi judul sensasional dan dikaitkan dengan berbagai cerita yang belum terverifikasi. Dari sinilah muncul klaim adanya versi panjang berdurasi 17 menit. Narasi tersebut berkembang tanpa bukti jelas, bahkan menyeret isu Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, hingga mencatut nama mahasiswa Universitas Mataram.
Meskipun klaim tersebut ramai dibicarakan, tidak ada bukti konkret yang mendukungnya. Spekulasi berkembang lebih cepat dibanding fakta yang tersedia. Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang cenderung percaya pada informasi yang disampaikan secara viral tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Penjelasan dari Pihak Terkait
Saat rumor semakin meluas, pihak Universitas Mataram bergerak cepat melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Dalam pernyataan resminya, Satgas menegaskan bahwa perempuan dalam video yang beredar bukan mahasiswi Universitas Mataram. Mereka juga memastikan video tersebut tidak direkam di wilayah NTB dan sudah beredar sejak awal 2025.
Klarifikasi ini diperkuat dengan perbedaan mencolok dari sisi fisik maupun suara antara sosok dalam video dan mahasiswi yang sempat dituding. Langkah tersebut diambil untuk mencegah dampak lebih jauh terhadap pihak yang tidak terkait.
Bahaya Informasi yang Tidak Terverifikasi
Isu viral seperti ini sering kali menjadi celah bagi penyebaran informasi palsu. Banyak netizen terjebak dalam kegaduhan tanpa mempertanyakan sumber atau kebenaran dari informasi yang mereka bagikan. Hal ini bisa berdampak negatif, terutama jika informasi tersebut menyentuh pihak-pihak tertentu yang tidak terlibat langsung.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk selalu berpikir kritis dan mencari sumber yang dapat dipercaya sebelum menyebarkan informasi. Jangan sampai kegaduhan yang tidak beralasan menjadi alasan untuk merusak reputasi atau memicu konflik.
Viralnya video “Teh Pucuk” menunjukkan betapa cepatnya informasi bisa menyebar di ruang digital. Namun, tidak semua informasi yang beredar adalah benar. Penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang tidak jelas sumbernya.***






