DLAGA.COM – Kekalahan yang terjadi dalam pertandingan antara Olympique de Marseille (OM) melawan Strasbourg kembali memicu kekecewaan di kalangan para penggemar. Pertandingan yang berakhir dengan skor 2-2 ini menunjukkan ketidakstabilan performa tim asal Prancis tersebut, yang terus menghadapi tantangan serius dalam kompetisi Ligue 1.
Pada laga yang digelar di Vélodrome, Marseille sempat unggul 2-0 sebelum akhirnya kalah di masa tambahan. Ini adalah kali kedua dalam beberapa minggu terakhir bahwa tim ini gagal mempertahankan keunggulan mereka dan justru harus menerima hasil imbang atau bahkan kekalahan. Hal ini menjadi pertanyaan besar tentang kemampuan tim untuk bertahan hingga akhir pertandingan.
Kondisi Mental Tim yang Memprihatinkan
Amine Gouiri, salah satu pemain utama OM, mengungkapkan perasaannya setelah pertandingan. Ia menyebut bahwa situasi ini tidak hanya soal kesalahan individu, tetapi juga masalah mentalitas seluruh tim. “Kita tahu akan ada atmosfer yang buruk, kita ingin membawa penonton bersama kita, tapi kita gagal di akhir. Ketika ini terjadi berkali-kali, itu bukan pilihan, itu adalah kita sendiri di lapangan,” ujarnya.
Gouiri menyoroti pentingnya keberanian dan efektivitas di dua area lapangan. Ia menilai bahwa tim perlu lebih agresif dan mampu memanfaatkan peluang yang diberikan lawan.
Penyebab Kekalahan yang Sering Terulang
Pertandingan ini menunjukkan bahwa OM masih memiliki masalah dalam menghadapi tekanan di akhir pertandingan. Dalam beberapa pertandingan terakhir, mereka kerap kebobolan di waktu tambahan. Dari total tujuh gol yang diterima di babak kedua, lima di antaranya terjadi dalam waktu tambahan.
Ini mencerminkan kelemahan dalam strategi dan keputusan pelatih. Meskipun pelatih sementara «Pancho» Abardonado mencoba pendekatan yang lebih hati-hati, dengan formasi 4-2-3-1, tim tidak mampu menjaga keunggulan mereka saat lawan meningkatkan intensitas permainan.
Tantangan di Masa Depan
Kekalahan ini semakin memperkuat spekulasi tentang masa depan pelatih dan struktur tim. Dengan kegagalan yang terus berulang, banyak pihak mulai mempertanyakan apakah OM mampu memperbaiki diri sebelum kompetisi bergulir lebih dalam.
Selain itu, kondisi psikologis pemain juga menjadi isu kritis. Kehadiran pemain baru seperti Himad Abdelli dan Igor Paixao tidak berhasil memberikan dampak signifikan dalam mengubah arah permainan.
Peran Pemain Kunci dalam Pertandingan
Salah satu faktor penting dalam pertandingan ini adalah peran Martial Godo dari Strasbourg. Pemain ini menjadi kunci dalam menciptakan peluang bagi timnya, dengan lima kontribusi sejak awal musim. Dari empat gol yang ia ciptakan, satu di antaranya berkontribusi pada gol penyama kedudukan.
Sementara itu, Gessime Yassine juga berperan penting dalam memengaruhi jalannya pertandingan, termasuk dalam pengambilan keputusan untuk menendang bola yang menghasilkan tendangan penalti.
Kritik terhadap Kinerja Pelatih
Pelatih sementara «Pancho» Abardonado dianggap gagal merespons perubahan strategi saat lawan mulai mengambil inisiatif. Keputusan untuk memasukkan pemain-pemain baru di akhir pertandingan tidak berhasil mengubah situasi yang memburuk.
Hal ini memperkuat anggapan bahwa perubahan besar-besaran mungkin diperlukan, baik dalam sistem pelatihan maupun dalam pemilihan pemain.
Harapan untuk Masa Depan
Meski kekalahan ini mengecewakan, banyak penggemar tetap percaya bahwa OM bisa bangkit. Namun, perlu adanya perubahan radikal dalam cara bermain dan mentalitas pemain.
Dengan kompetisi yang semakin ketat, tim perlu menemukan keseimbangan antara kepercayaan diri dan kesadaran akan risiko. Jika tidak, kegagalan akan terus berulang, dan reputasi klub akan terus terpuruk.***












