DLAGA.COM – Manchester United mulai menunjukkan perubahan signifikan dalam strategi bola mati musim ini. Dibandingkan sebelumnya, tim asuhan pelatih Michael Carrick kini lebih mengandalkan variasi dalam eksekusi sepak pojok. Sebelumnya, situasi bola mati sering kali hanya berupa duel udara di kotak penalti. Namun kini, Setan Merah lebih fokus pada pemanfaatan ruang di luar area 16 meter.
Perubahan ini terlihat jelas saat United mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-0. Gol pertama yang dicetak oleh Bryan Mbeumo berasal dari skema sepak pojok yang rapi dan terukur. Tidak hanya itu, eksekusi dilakukan dengan kesadaran yang baik dalam membuka ruang. Hal ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras selama latihan.
Pada musim lalu, United kesulitan dalam mengembangkan variasi bola mati. Jadwal yang padat dan tuntutan fisik membuat latihan set piece hanya sebatas penempatan posisi tanpa pergerakan dinamis. Akibatnya, efektivitas sepak pojok United sering menurun dan mudah ditebak lawan.
Musim ini, kondisi berbeda. Kalender pertandingan yang lebih bersahabat memberi ruang bagi staf pelatih untuk mengasah detail lebih dalam dalam latihan bola mati. Latihan set piece kini dilakukan setiap simulasi pertandingan, namun tetap memperhatikan kondisi fisik pemain agar tidak kelelahan.
Di bawah arahan Carateker pelatih Michael Carrick, pengembangan set piece tetap melibatkan tim analis dan staf teknis. Jonny Evans turut berperan dalam memantau setiap detail eksekusi, sementara Kaita Hasegawa menjadi otak di balik analisis pergerakan dan pemanfaatan ruang.
Pola Serangan yang Konsisten
Hasilnya terlihat dari pola yang konsisten. Saat mengambil sepak pojok, United sering menempatkan beberapa pemain di luar kotak penalti. Tujuannya adalah menarik penjagaan lawan ke area enam yard sekaligus membuka jalur tembak dari lini kedua.
Pola ini sudah beberapa kali menghasilkan peluang berbahaya. Di pertandingan melawan Liverpool dan Burnley, United menciptakan peluang melalui tembakan dari tepi kotak penalti, meski belum semuanya berujung gol. Namun fondasi taktik tersebut terus disempurnakan.
Peran Pemain Utama
Keberadaan Bryan Mbeumo menjadi elemen penting dalam perubahan ini. Pemain asal Kamerun itu tidak hanya tajam dalam penyelesaian akhir, tetapi juga cerdas dalam membaca ruang dan timing. Dikombinasikan dengan Bruno Fernandes sebagai pengumpan dan Amad Diallo yang piawai melakukan pergerakan tipuan, United kini punya variasi serangan yang lebih sulit ditebak.
Carrick menegaskan bahwa gol ke gawang Tottenham adalah buah dari kolaborasi staf dan pemain di lapangan latihan. Skema yang dirancang menempatkan Mbeumo dalam posisi ideal untuk menyerang ruang kosong, sementara rekan-rekannya berperan menarik dan menahan penjagaan lawan.
Pendekatan Baru dalam Bola Mati
Dengan pendekatan ini, Manchester United tidak lagi bergantung sepenuhnya pada duel udara saat sepak pojok. Variasi serangan dari luar kotak penalti memberi dimensi baru dalam permainan mereka. Selain itu, ini menjadi sinyal bahwa Setan Merah mulai menemukan kembali ketajaman dari bola mati.
Perubahan ini menunjukkan bahwa United tidak hanya meningkatkan kualitas permainan, tetapi juga menunjukkan kemampuan adaptasi dalam strategi. Dengan begitu, mereka siap menghadapi tantangan-tantangan besar di musim ini.













